• Home
  • About
    • Category
    • Life Style
  • Follow
  • Dashboard

april notes

facebook twitter tumblr instagram
cr: pinterest.com 

Assalamu’alaikum, annyeong haseyoo gaiiseu~ Gimana quarantine-nya yang, hampir tiga bulan ya? Libur sekolah secara mendadak, harus Stay At Home tapi tetap tidak lepas dari tugas-tugas sekolah. Kalo aku sih, setiap hari gak ada bedanya. Tidur, makan, bergerak sedikit, tidur, dan seterusnya. Ruang gerak juga cuma dari depan sampai belakang rumah, lalu balik lagi yang enggak begitu berarti karena rumahnya juga enggak besar. Kegiatan di rumah cuma membaca, kadang menulis, dan tetap aja rebahan as always. Dan karena keseharian yang tidak jauh berbeda itu, aku sampai lupa tanggal dan hari, haha.

Setelah membuat resensi beberapa hari yang lalu—yang juga merupakan comeback-ku ke blog setelah lumayan banyak jeda waktu, itupun karena deadline lomba—aku ‘melirik’ post-post sebelumnya. Ketika meihat postingan tentang penulis kesukaanku, jadilah aku berpikir untuk membuat part keduanya.

Kalau kalian pernah membaca tentang penulis kesukaanku, atau sudah pernah melihat laman About, mungkin kalian akan tahu penulis kesukaanku untuk sekarang ini. Tentu saja, yang pertamanya adalah Rintik Sedu. Lalu, yang keduanya?

Tere Liye. Yap, penulis dengan banyak buku best seller pada setiap rak di toko buku. Sebenarnya, Tere Liye tidak berada di urutan kedua, dan Rintik Sedu tidak berada di urutan pertama. Aku suka keduanya, dan sulit untuk memilih siapa yang lebih unggul. Lagipula, tak semua hal mesti dibandingkan, kan. Setiap buku pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Buku Tere Liye pertama kali yang kubaca, kalau tidak salah adalah Matahari, buku ke-3 dari serial Bumi yang kupinjam dari teman. Padahal waktu itu aku belum membaca dua buku sebelumnya. Tapi, saat membacanya aku tidak kebingungan dengan ceritanya dan langsung tertarik membaca cerita selanjutnya. Dan sampai saat ini, aku masih mengikuti serial Bumi, yang sekarang sudah terbit sampai buku ke-9 nya, berjudul Nebula. Oh iya, jika kalian tertarik membaca resensinya, kalian bisa mengklik ini.

Tidak banyak buku Tere Liye yang sudah kubaca, mungkin kalau dihitung dari seluruh buku, aku hanya membaca sekitar 5 buku dari banyak sekali buku yang sudah ditulisya. Diantaranya serial Bumi, Si Anak Badai, Si Anak Cahaya, Pergi, dan Rindu. Mungkin buku-buku itu sudah dihitung banyak, tapi karya Tere Liye yang lain masih banyak yang belum kubaca. Itu karena ketika membeli buku, aku punya terlalu banyak list sedangkan yang bisa kubeli hanya satu-dua buku. Belum lagi kalau sudah melihat buku diluar list yang menarik, aduh, lama sekali waktu untuk memutuskan akan membeli yang mana.

Aku menyukai buku-buku Tere Liye karena novelnya tetap ringan, menjurus kearah sastra, namun tetap tidak lepas dari nilai-nilai moral. Dalam Serial Anak Nusantara, Tere Liye mengangkat kisah dari kejadian-kejadian nyata di sekitar, cerita bergenre Anak-Anak dan keluarga tentang kisah anak-anak kampung yang tetap mengangkat nilai budaya.

"Tapi kali ini aku mendongak, menatap jutaan tetes air hujan dengan riang.   “Inilah kami, “Si Anak Badai.”  Tekad kami sebesar badai.  Kami pantang menyerah."  - Si Anak Badai, hal. 312

Dalam serial Bumi yang bergenre fantasi, bukunya banyak membahas tentang teknologi, cerita tentang dunia parallel yang menakjubkan, petualangan anak remaja yang tidak habis serunya, namun tetap tak lupa dengan petuah-petuah lama. Bercerita tentang tiga remaja yang berasal dari tiga klan yang berbeda dan memiliki kekuatan, berpetualang bersama dari satu klan ke klan lain. Serial ini termasuk kedalam novel-novel favoritku, loh XD

"Ada banyak sekali kekuatan di dunia pararel.  Tapi ketahuilah, salah satu yang paling hebat adalah perbuatan baik." - Komet, hal. 87

Buku Pergi pun hampir sama halnya dengan serial Bumi. Pergi adalah buku kedua, sedangkan buku pertamanya berjudul Pulang.  tapi mengangkat kisah tentang shadow economy, kali ini bergenre action. Bercerita tentang Agam, seorang anak Tauke Besar yang berusaha mengalahkan Master Dragon, pemimpin tertinggi 8 keluarga penguasa shadow economy. Apa itu shadow economy? Nah, menurut dictio.id, shadow economy adalah kegiatan produksi dan/atau perdagangan barang ataupun jasa, bagus legal ataupun ilegal, yang nilainya tidak tercermin dalam penghitungan produk domestik bruto (PDB). Kegiatan tersebut dilakukan dengan unsur kesengajaan dan mempunyai motif tertentu. Keren kan? Selain menghibur dan menambah produktivitas, pengetahuan kita juga ikut bertambah. 

“Jangan pernah berputus harapan. Kamu akan selalu menemukan harapan baru. Jalan baru yang lebih baik. Saat itu tiba, kamu akan tahu harus pergi ke mana.” - Pergi, hal. 389

Oke, sekarang adalah novel Hujan, novel yang menurutku tak kalah keren dari novel-novel sebelumnya. Bergenre science-fiction bercampur romance, bercerita tentang kehidupan bumi tahun 2042-2050. Ketika bumi semakin maju dengan teknologi-teknologinya, dan mengalami overpopulasi. Tetapi, semaju apapun teknologi, bencana tak dapat dihindari. Terjadi letusan gunung berapi berskala 8 VEI, menyisakan sepuluh persen penduduk bumi. Siapa sangka kejadian itu malah mempertemukan kedua remaja yang sama-sama kehilangan keluarga yang dicintainya. Menarik banget kaan?

"Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami." - Hujan, hal. 317
Seru-seru kan? Pilihan genrenya juga banyak. Ada banyak lagi buku Tere Liye dengan genre yang berbeda-beda. Hal ini juga yang membuat Tere Liye sebagai penulis favoritku, karena memiliki berbagai genre yang tidak kalah seru dengan buku-buku lain.

Nah, dari semua buku itu, mana yang menurut kamu paling keren dan menarik? Kalo menurut aku, sih, semuanya, hehehe. Beneran loh, susah untuk memilih mana novel yang paling seru >< Sejujurnya, novel Hujan berhasil membuatku nangis sesenggukan pas puncak konflik dibanding novel lainnya, Serial Bumi membuatku tertawa dengan tingkah para tokoh sekaligus gregetan juga sih, Serial Anak Nusantara membuatku memetik banyak pelajaran, dan novel Pergi membuatku takjub dengan pikiran, "ternyata ada juga, ya, hal seperti shadow economy di dunia ini," ahahaha. Dunia ternyata tidak se-hitam-putih seperti yang terlihat. 

Intinya sih, semua novelnya menarik dan punya kelebihan masing-masing. Kamu mau membaca yang mana dulu, nih? Mau membaca yang manapun juga, tetap membaca lewat cara legal untuk menghargai para penulis yaa. Kita bisa melakukannya dengan cara tidak membeli buku bajakan, oke? 

Baik, sekian dulu yaa. Bye-bye, assalamu'alaikum!
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
sumber: google.com

Annyeong haseyoo gaisseu~ Belakangan ini aku lagi suka-sukanya baca wattpad atau novel heuheu jadinya aku mau cerita tentang penulis favorit akuu XD Dan yaah kalo dari judulnya, ini part 1 jadi aku buat berpart karena kurasa untuk penulis pertama bakalan panjang nulisnya hehe. Naaah jadi salah satu penulis favorit aku itu adalaaah Kak Nadhifa Allya Tsana *jrengjreeeng*

Bagi kalian yang lumayan tau tentang buku ataupun toko buku mungkin sebagian besar kenal Kak Tsana ini. Itu looh, penulis buku Kata yang sekarang bukunya sedang nyaman nangkring di best seller gramedia  seluruh Indonesia. Daebak ya?

Naah, jadi Kak Tsana ini punya panggilan kesayangan yang dipake sama para fansnya, yaitu paus.

Kok paus?

Awalnya aku juga enggak ngerti yah, tapi setelah menjelajah aku akhirnya (lumayan) ngerti juga. Jadi, akun wattpadnya Kak Tsana [wp: @rintiksedu] ini gambar profilnya paus gais XD (paus atau lumba lumba yah? Baru kepikiran akutu).

Yaudah deh pokoknya nama panggilan Kak Tsana itu paus—atau cimol. Namanya lucu-lucu, yah? Gatau siapa yang duluan punya ide kayak gitu, but this is a creative idea! The name is so adorable. Masalah kenapa dipanggil paus—kalo kalian tahu apa penyebabnya kasih tahu aku, ya, hehe

Well, teman-teman, sekarang panggil Kak Tsana paus aja yah? Soalnya aku juga gak kebiasa panggil Kak Tsana nih.

Atau supaya lebih sopan—panggil Kak Paus?

Engga ah, lucu. Paus aja yah? – back to topic -

Aku suka paus karena aku baru kali ini menemukan penulis yang deket banget sama pembacanya. Kalo kalian mau tau, kalian bisa lihat story instagramnya di @rintiksedu atau @ntsana. Lebih sering di rintiksedu sih.

Kenapa deket? Jadi paus ini suka ‘ngomel-ngomel’ ke pembacanya, enggak ngomel beneran yaa >< Jadi di ig rintiksedu, paus sering ngepost kata-kata yang menusuk pembacanya gais :v Kalo udah kayak gitu, pembacanya pasti protes. Terus, pausnya marah-marah sendiri, dipost di instastorynya.

Tapi kerennya, walaupun begitu, pembaca tetap setia menunggu ‘asupan’ postingan dari paus loh teman-teman.

Dan ya—dasar pausnya emang suka ngeselin tapi bikin kangen, suka kasih asupan malem-malem pas pasukan pausnya mau tidur, hihihi …

Kalo udah gitu, para pembaca pasti seneng kan. Tapi pas buka postingannya—yaampun, kok nyesek lagi. Jadi deh pasukan paus ngomel-ngomel karena udah telat ngasih asupan, asupannya bikin sakit hati lagi. Datang pausnya, malah ngetawain pasukannya yang jadi pada mewek semua.

Tapi dibalik itu semua, paus kadang-kadang mengepost videonya yang sedang berbicara tentang apa gitu aku lupa, di instastory. Mungkin karena ekspresi wajah pausnya yang lucu—atau kalo kata pasukan paus, tengil—pasukan jadi pada ngetawain. Kan pausnya jadi marah tuh, jadinya suka ngasih asupan deh tiba-tiba. Terus pasukannya sedih lagi, asupannya nusuk lagi.

Saling balas dendam, saling berantem, tapi rindu kalo pausnya gak muncul haha. Begitulah yang berhasil aku serap dari hubungan paus dan pasukannya ini.

Oke, balik lagii ke topik, aku suka paus karena hubungannya sama pasukannya itu unik banget, lucu lagi. Terus kata-katanya keren.

Aku memang belum pernah beli bukunya paus, belum. Baca aja belum.

Tapi pas ngeliat setiap potongan kisah dari wattpadnya, dari cerita yang sedang digarap sekarang; ‘Geez & Ann 3’, aku selalu berpikir, ‘kata-katanya keren’.

Keren banget kata-katanya, beneran.

Kalian bakal ngerti kalo ngeliat wattpadnya: @rintiksedu

Naah, terus, paus juga punya twitter loh, gais, @ntsana disitu lebih banyak mengandung kata-kata yang bagi aku lucu—juga mungkin untuk diserap dan dipikirkan.

Yang aku sukai jugaa dari Ka Tsana, Kak Tsana bisa membuat sebuah kata dari sebuah gambar--yang bahkan aku sendiri enggak bisa. Dari gambar yang diambil di dalam bus Kak Tsana bisa membuat tulisan seperti ini, "ada yang saling bergantungan, ada pula yang sepihak digantungkan" Eak.

Naah jadi gitu gais, salah satu penulis favoritku. Aku pengen sih baca bukunya paus tapi yah gitudeh. Inshaa Allah besok-besok mungkin bisa. Sekian dulu teman-teman, maaf kalo banyak yang enggak dimengerti. Agak sulit menjelaskannya memang heuheu

Supaya ngerti langsung aja deh tap tap sosmednyaaa >> @ntsana @rintiksedu Feeds nya bagus-bagus jugaa loh ><

Inshaa Allah besok besok yah kalo aku nulis lagi tentang penulis favorit aku bakal aku post. Inshaa Allah.

Okee, annyeong~



Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments

Annyeong haseyoo gaisseu~ Setelah membaca beberapa postingan teman blogger seperjuangan *ekhem tentang bullet journal mereka, aku jadi … hmm, ‘kok aku belum bisa seperti itu?’ Rata-rata bujo mereka cantik, unik, kreatif juga heheu dibandingin sama bujo punyaku yang kebanyakan lembarannya masih kosong.

So, setelah terinspirasi dari mereka untuk kembali semangat mengisi bullet journal, akum au kasih liat bujoku hehe
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Older Posts

About me

About Me


Fathimah Azzahra | 18 y.o | Aceh, Indonesia | Part time blogger.
Enjoy the little things ^^

ROOMCHAT

LABELS

#RandomPeople 30 Day Blog Challenge About Owners Article Attention Daily Activity Freebies Jalan-Jalan Lirik Lagu Others Playlist Review Segment Tutorial Blog

ARCHIVE

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Juli (1)
      • when i took a break
  • ►  2022 (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2020 (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (11)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2018 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (8)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2016 (37)
    • ►  November (1)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (10)
  • ►  2015 (8)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (4)

COMMUNITY

COMMUNITY

MELODY

recent posts

@fathimzahra11

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Gooyaabi Templates