Assalamu'alaikum gaiss~ Gimanaa kabarnya hari inii? Awal bulan Agustus, nih, mestinya seneng dong kan masih awal bulan, tapi semoga senengnya awet sampai akhir bulann wkwk. Hari ini aku mauu kasih tau cerita wattpad yang aku suka. Sebelumnya aku mau ngasih tau kalo genre cerita yang aku suka itu slice of life, romance atau comedy yaa. Dan rata-rata aku sukanya cerita tentang kehidupan remaja.
Assalamu’alaikum gaiss~ Gimana kabarnya? Lagi liburan ngga? Yang liburan pasti seruu dong yaa, yang masih ada tugas/kerjaan ayoo semangatt! Semakin cepat selesai, semakin cepat bisa kembali santai-santai wkwkw.
Setelah lama enggak muncul disinii, akhirnya hari ini aku berniat memposting cerita saat aku dan teman-temanku main kemarin. Nah, jadi, berhubung karena aku lagi liburan jugaa (ini pas liburan kenaikan kelas yaa, latepost ceritanya huhu) aku dan teman-temanku menjadwalkan untuk bertemu.
Assalamu'alaikum, annyeong haseyoo gaisseu~ Apa kabaaar? Kangen banget, udah lama gak nulis di blog ini. Udah lama sebenernya pengen nulis, tapi selalu buntu enggak tau mau nulis apaan. Gimana nih kabar kalian? Udah ngalamin apa aja selama masa-masa Covid-19 yang--hampir dua tahun, ya? Jangan lupa jaga kesehatan ya teman teman, supaya kita bisa menjaga orang-orang di dekat kita jugaa ^^
Selama masa covid ini, kalian ngerasa jadi makin sibuk atau makin gabut? Secara banyak kegiatan yang awalnya dilakukan diluar, sekarang semuanya serba dari rumah. Kerja dari rumah, sekolah dari rumah, bahkan memang kita disarankan untuk meminimalisir keluar rumah. Kalau aku sih, jadi makin gabut, hehe.
Entah mungkin itu gabut karena enggak ada kerjaan, atau bosan. Mungkin udah capek sama rutinitas sehari hari yang bangun-ngerjain tugas-beresin rumah-udah. Ini versi pelajarnya ya, hehee. Rutinitas yang itu-ituu terus. Dan akhirnya jadi ngerasa males, serta--kalo aku, sih, jadi ngerasa enggak produktif. Ada yang ngerasa kayak aku juga, gaa? Kayak ngerasa agak tertinggal jauh juga pas ngeliat orang-orang pencapaiannya udah jauhhh banget. Walaupun sebenernya enggak perlu, kan ya, because everyone's got their own timing too! Semua orang punya garis start masing-masing dan berhadapan dengan permasalahan yang berbeda-beda, setuju gak nih?
Oke, lanjut. Jadilah aku kembali membuat to-do list yang kalo dilihat-lihat ternyata gak jauh berbeda dari list-list yang kubuat sebelumnya. To-do list yang, dibuat-dijalankan gak bertahan lama-dipindahkan lagi ke to-do list yang baru! Hahaha, jangan pernah nyerah untuk mencoba, kan. Coba terus sampai ketemu sama to-do list yang sanggup kita jalankan setiap hari dan bisa membantu kita mencapai impian kita. Walaupun sebenernya ya, enggak cukup sampai disitu aja. Setelah ketemu to-do list yang cocok, kita harus berusaha supaya konsisten untuk ngejalaninnya. Apalagi untuk orang kayak aku yang semangatnya suka naik turun, kadang emang ngerasa susaah untuk tetap konsisten. Tapi di dunia ini memang enggak ada yang bisa diraih dengan mudah gitu aja, jadi ayo semangat! Kita berjuang sama sama, yaaa
Aku juga pernah dengar sebuah quotes yang bunyinya kayak gini ...
Kamu gak akan selalu merasa termotivasi, jadi kamu harus belajar untuk disiplin.
Kira-kira gitu deh bunyinya. Jadi ayoo kita berusaha untuk terus disiplin, yaa. Ini juga jadi tantangan terbesar buat aku. Semoga aku bisa deh, aamiin. Semangat untuk rencana-rencana kedepannya!
Sampai sini dulu, ya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Karena udah lama engga nulis, jadinya agak ngerasa kakuu gitu. Ngerasa gak sih? Mungkin gaya tulisnya udah beda aja hehe. Okey, jangan lupa jaga kesehatan yaa semuanya! See you, wassalamu'ailaikum!

cr: pinterest.com
Assalamu’alaikum, annyeong haseyoo
gaiiseu~ Gimana quarantine-nya yang, hampir tiga bulan ya? Libur sekolah secara
mendadak, harus Stay At Home tapi tetap tidak lepas dari tugas-tugas sekolah.
Kalo aku sih, setiap hari gak ada bedanya. Tidur, makan, bergerak sedikit,
tidur, dan seterusnya. Ruang gerak juga cuma dari depan sampai belakang rumah,
lalu balik lagi yang enggak begitu berarti karena rumahnya juga enggak besar.
Kegiatan di rumah cuma membaca, kadang menulis, dan tetap aja rebahan as always.
Dan karena keseharian yang tidak jauh berbeda itu, aku sampai lupa tanggal dan
hari, haha.
Setelah membuat resensi beberapa
hari yang lalu—yang juga merupakan comeback-ku ke blog setelah lumayan banyak
jeda waktu, itupun karena deadline lomba—aku ‘melirik’ post-post sebelumnya.
Ketika meihat postingan tentang penulis kesukaanku, jadilah aku berpikir untuk
membuat part keduanya.
Kalau kalian pernah membaca
tentang penulis kesukaanku, atau sudah pernah melihat laman About, mungkin kalian
akan tahu penulis kesukaanku untuk sekarang ini. Tentu saja, yang pertamanya
adalah Rintik Sedu. Lalu, yang keduanya?
Tere Liye. Yap, penulis dengan
banyak buku best seller pada setiap rak di toko buku. Sebenarnya, Tere Liye
tidak berada di urutan kedua, dan Rintik Sedu tidak berada di urutan pertama.
Aku suka keduanya, dan sulit untuk memilih siapa yang lebih unggul. Lagipula,
tak semua hal mesti dibandingkan, kan. Setiap buku pasti punya kelebihan dan
kekurangannya masing-masing.
Buku Tere Liye pertama kali yang
kubaca, kalau tidak salah adalah Matahari, buku ke-3 dari serial Bumi yang
kupinjam dari teman. Padahal waktu itu aku belum membaca dua buku sebelumnya.
Tapi, saat membacanya aku tidak kebingungan dengan ceritanya dan langsung
tertarik membaca cerita selanjutnya. Dan sampai saat ini, aku masih mengikuti
serial Bumi, yang sekarang sudah terbit sampai buku ke-9 nya, berjudul Nebula.
Oh iya, jika kalian tertarik membaca resensinya, kalian bisa mengklik ini.
Tidak banyak buku Tere Liye yang
sudah kubaca, mungkin kalau dihitung dari seluruh buku, aku hanya membaca sekitar 5 buku dari banyak sekali buku yang sudah ditulisya. Diantaranya serial Bumi, Si Anak
Badai, Si Anak Cahaya, Pergi, dan Rindu. Mungkin buku-buku itu sudah dihitung banyak,
tapi karya Tere Liye yang lain masih banyak yang belum kubaca. Itu karena ketika
membeli buku, aku punya terlalu banyak list sedangkan yang bisa kubeli hanya
satu-dua buku. Belum lagi kalau sudah melihat buku diluar list yang menarik,
aduh, lama sekali waktu untuk memutuskan akan membeli yang mana.
Aku menyukai buku-buku Tere Liye
karena novelnya tetap ringan, menjurus kearah sastra, namun tetap tidak lepas
dari nilai-nilai moral. Dalam Serial Anak Nusantara, Tere Liye mengangkat kisah
dari kejadian-kejadian nyata di sekitar, cerita bergenre Anak-Anak dan keluarga
tentang kisah anak-anak kampung yang tetap mengangkat nilai budaya.
"Tapi kali ini aku mendongak, menatap jutaan tetes air hujan dengan riang. “Inilah kami, “Si Anak Badai.” Tekad kami sebesar badai. Kami pantang menyerah." - Si Anak Badai, hal. 312
Dalam serial
Bumi yang bergenre fantasi, bukunya banyak membahas tentang teknologi, cerita
tentang dunia parallel yang menakjubkan, petualangan anak remaja yang tidak
habis serunya, namun tetap tak lupa dengan petuah-petuah lama. Bercerita tentang tiga remaja yang berasal dari tiga klan yang berbeda dan memiliki kekuatan, berpetualang bersama dari satu klan ke klan lain. Serial ini termasuk kedalam novel-novel favoritku, loh XD
"Ada banyak sekali kekuatan di dunia pararel. Tapi ketahuilah, salah satu yang paling hebat adalah perbuatan baik." - Komet, hal. 87
Buku Pergi pun hampir
sama halnya dengan serial Bumi. Pergi adalah buku kedua, sedangkan buku pertamanya berjudul Pulang. tapi mengangkat kisah tentang shadow economy,
kali ini bergenre action. Bercerita tentang Agam, seorang anak Tauke Besar yang berusaha mengalahkan Master Dragon, pemimpin tertinggi 8 keluarga penguasa shadow economy. Apa itu shadow economy? Nah, menurut dictio.id, shadow economy adalah kegiatan produksi dan/atau perdagangan barang ataupun jasa, bagus legal ataupun ilegal, yang nilainya
tidak tercermin dalam penghitungan produk domestik bruto (PDB). Kegiatan tersebut dilakukan
dengan unsur kesengajaan dan mempunyai motif tertentu. Keren kan? Selain menghibur dan menambah produktivitas, pengetahuan kita juga ikut bertambah.
“Jangan pernah berputus harapan. Kamu akan selalu menemukan harapan baru. Jalan baru yang lebih baik. Saat itu tiba, kamu akan tahu harus pergi ke mana.” - Pergi, hal. 389
Oke, sekarang adalah novel Hujan, novel yang menurutku tak kalah keren dari novel-novel sebelumnya. Bergenre science-fiction bercampur romance, bercerita tentang kehidupan bumi tahun 2042-2050. Ketika bumi semakin maju dengan teknologi-teknologinya, dan mengalami overpopulasi. Tetapi, semaju apapun teknologi, bencana tak dapat dihindari. Terjadi letusan gunung berapi berskala 8 VEI, menyisakan sepuluh persen penduduk bumi. Siapa sangka kejadian itu malah mempertemukan kedua remaja yang sama-sama kehilangan keluarga yang dicintainya. Menarik banget kaan?
"Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami." - Hujan, hal. 317
Seru-seru kan? Pilihan genrenya juga banyak. Ada banyak lagi buku Tere Liye dengan genre yang berbeda-beda. Hal ini juga yang membuat Tere Liye sebagai penulis favoritku, karena memiliki berbagai genre yang tidak kalah seru dengan buku-buku lain.
Nah, dari semua buku itu, mana yang menurut kamu paling keren dan menarik? Kalo menurut aku, sih, semuanya, hehehe. Beneran loh, susah untuk memilih mana novel yang paling seru >< Sejujurnya, novel Hujan berhasil membuatku nangis sesenggukan pas puncak konflik dibanding novel lainnya, Serial Bumi membuatku tertawa dengan tingkah para tokoh sekaligus gregetan juga sih, Serial Anak Nusantara membuatku memetik banyak pelajaran, dan novel Pergi membuatku takjub dengan pikiran, "ternyata ada juga, ya, hal seperti shadow economy di dunia ini," ahahaha. Dunia ternyata tidak se-hitam-putih seperti yang terlihat.
Intinya sih, semua novelnya menarik dan punya kelebihan masing-masing. Kamu mau membaca yang mana dulu, nih? Mau membaca yang manapun juga, tetap membaca lewat cara legal untuk menghargai para penulis yaa. Kita bisa melakukannya dengan cara tidak membeli buku bajakan, oke?
Baik, sekian dulu yaa. Bye-bye, assalamu'alaikum!
Judul: Selena
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
Tebal Halaman: 368 halaman
Judul: Nebula
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2020
Tebal halaman: 376 halaman
Resensi:
Sudah baca novel terbaru Tere Liye? Nah, Selena dan Nebula merupakan novel ke-8 dan ke-9 dari serial Bumi. Novel bertema fantasi ini bercerita tentang masa lalu Selena, seorang gadis kecil dari distrik tertinggal yang memiliki kekuatan terpendam. Ketika Ibunya meninggal, ia mengikuti wasiat untuk pindah ke Kota Tishri, tempat Pamannya tinggal.
Saat Selena berumur 18 tahun, Selena berusaha masuk ke Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah tempat para petarung terbaik seluruh Klan Bulan belajar. Ia lolos pada dua tes pertama, namun gagal pada tes kekuatan Klan Bulan. Kekuatannya memang tidak memadai, pukulan berdentumnya malah lebih terdengar seperti bunyi kentut, sedangkan teknik meghilangnya hanya menghilangkan separuh badan. Semangat Selena runtuh, cita-citanya gagal. Tetapi, sesosok tinggi bernama Tamus, membantu Selena melepaskan kekuatannya. Selena berhasil menjadi murid Akademi Bayangan Tingkat Tinggi dengan bantuan Tamus.
"...Kamu memiliki bakat besar seorang pengintai. Dan kamu bersedia melakukan apapun demi mencapai ambisimu. Semoga itu membawamu ke jalan kebaikan, bukan sebaliknya. Karena pengintai dekat sekali dengan jalan kegelapan..." - Selena, hal 180
Disana ia bertemu Mata, keturunan murni Klan Bulan serta Tazk, seorang mantan anggota boyband. Selena menjalankan hari-harinya di Akademi sambil menerima tugas suruhan Tamus yang mencari informasi tentang Cawan Keabadian. Selena melakukan tugas demi tugas yang amat beresiko, dan mulai mengajak Tazk serta Mata untuk berpetualang mencari Cawan Keabadian itu, menuju Klan Nebula. Saat itulah ia mulai merasakan egoisme dan pengkhianatan.
Novel ini memiliki banyak kelebihan. Diantaranya, penulis menggambarkan tempat-tempat yang ada dalam cerita dengan cukup baik, bahkan objek rumit di deskripsikan dengan sederhana sehingga pembaca mudah membayangkannya.
"Di antara dataran luas dan gunung-gunung tinggi, puluhan sungai silang-menyilang terhampar di depan kami. Berkelok-kelok mengukir pemandangan di bawah sana, seperti puluhan gulungan pita yang dilemparkan sembarangan hingga berserakan, membuat bentuk acak yang menawan." - Nebula, hal 234
Selain itu, penggambaran adegan bertarung disajikan seolah-olah pembaca dapat menyaksikannya. Novel ini lumayan banyak menampilkan adegan pertarungan, terutama saat Selena, Tazk dan Mata menjalani Simulasi Teknik Bertarung.
BUM! Tameng transparan Mata bergetar, tapi tidak meletus. Itu tameng yang kokoh. Kaki Mata tidak bergeser walaupun sesenti. "Awas!" Seru Tazk. Masalahnya, empat pesawat tempur nirawak ikut menyerang dari atas. BUM! BUM! Dua dari sisi kanan melepas tembakan berdentum. Aku bergegas membuat tameng, menutup sisi tersebut. Itu tembakan yang kuta. Aku berhasil menahannya, tapi tamengku meletus, tubuhku terbanting. Tazk lompat menutup celah pertahanan kami, membuat tameng transparan. BUM! BUM! Dua tembakan berikutnya berhasil ditahan. - Nebula, hal 78
Nama-nama tokoh di novel ini juga terbilang unik. Dalam cerita ini, Klan Bulan digambarkan dengan masyarakat yang memiliki nama pendek saja, seperti Jem, Bibi Leh, Aq, Ox, serta yang paling lucu, kelima sepupu Selena; Am, Em, Im, Om, dan Um.
Menariknya lagi, nama mata kuliah di Akademi Selena cukup keren dan memukau, seperti Hewan, Tumbuhan dan Bukan Keduanya, Kimia dan Keindahan di Dalamnya, Non-Gaib, serta salah satu mata kuliah tambahan yang diikuti Selena: Malam dan Misterinya, dan banyak lagi mata kuliah lain. Seru kan? Setiap mata kuliah ini disajikan dengan apik, juga berhubungan dengan kehidupan nyata. Dijamin kitapun ingin mengikuti kuliah ini, hahaha ...
Novel ini merupakan karya sastra populer yang ringan dan mudah dicerna. Membacanya akan membuat kita terbawa alur yang tidak terduga. Banyak pelajaran kehidupan melalui kata-kata para tokoh, misalnya tentang dampak teknologi, motivasi dan lain lain.
" ... Sejatinya, benda apa pun jatuh dengan kecepatan yang sama. Kalian bisa dimaafkan jika selama ini meyakini bola atau batu jatuh lebih cepat dibanding sehelai kapas. Karena memang demikian fakta yang terlihat. Hanya saja, kita melupakan faktor udara. Sehelai kapas jatuh lebih lambat karena ada udara yang memperlambat gerakannya. Sementara bola atau batu bisa dengan mudah melewati udara. Di ruang hampa udara, ketika variabel ini dihilangkan, semua benda jatuh dengan kecepatan yang sama, seperti yang baru saja kalian saksikan. Hanya gravitasi yang bekerja, dan dua benda tersebut mendapatkan gravitasi yang sama. Itu bukan keajaiban, itu hanya fakta ilmiah yang sering kali dilupakan banyak orang ..." - Nebula, hal 136
Novel ini merupakan karya sastra populer yang ringan dan mudah dicerna. Membacanya akan membuat kita terbawa alur yang tidak terduga. Banyak pelajaran kehidupan melalui kata-kata para tokoh, misalnya tentang dampak teknologi, motivasi dan lain lain.
"Kamu tahu, Selena, semakin maju teknologi, memang semakin banyak waktu yang dihemat manusia, tapi kualitas hidup mereka justru menurun. Waktu dan kemudahan hanya digunakan untuk hal sia-sia, memelototi gadget ditangan ..." - Nebula, hal 299
"Dunia kita dekat sekali dengan kegelapan. Maka saat gelap menyelimutimu, pastikan kamu tetap berusaha mencari cahaya di sekitarmu. Dirimu sendiri adalah satu-satunya yang bisa kaupercaya. Nurani. Cahaya kecil itu selalu ada di hatimu. Gunakanlah. Terangi jalanmu, temukan pilihan hidupmu. Semoga itu bisa membawamu menuju jalan yang lebih baik." - Selena, hal 339
Kedua novel ini merupakan bagian dari novel serial. Ada sedikit pengulangan penjelasan tentang kejadian atau tokoh dari kisah di novel sebelumnya. Terkadang pembaca yang sudah tahu akan melewatkannya. Namun pengulangan ini cukup baik untuk mengingatkan pembaca dan mengantarkan pembaca yang belum mengikuti kisah sebelumnya.
Secara keseluruhan, buku ini sangat bagus dan cocok dibaca semua kalangan. Meski bertema fantasi, tetapi tidak terasa membosankan dan memberikan pelajaran kehidupan yang bermakna.
Annyeong haseyoo gaisseu~
Udah 2020 nih. Apa nih yang kalian pikirkan pas bangun tidur di tanggal 1
Januari? Harapan-harapan untuk tahun inikah? Atau jangan-jangan kalian malah
engga tidur semalaman nih untuk nunggu tahun baru? Ahahaha. Kalo aku pribadi sih rasanya bangun pagi 1 Januari itu
sensasinya beda yha >< Gak tau sih beda apanya, beda aja gitu. Terus
kayak lagi ngomong, ‘hello, 2020.’ Keren aja rasanya ehehe.
Terus nihh kalian kemana
aja pas tanggal 1 Januari? Jalan-jalan bareng keluarga kah? Atau di rumah ajaa?
Gimanapun itu, usahakan produktif ya, udah 2020 looh.
Kalo aku pas tanggal 1
Januari itu aku ke Pantai Penyu. Aku udah pernah ke Pantai Penyu bareng sama
murid satu sekolah, dan aku udah pernah cerita disini. Kalo kalian mau baca klik
aja ini ya.
Jadi rencananya itu
keluarga aku sama keluarganya Haura (temenku dari bayi hehehe) mau ‘piknik’ apa
ya istilahnya, sekalian ada acara untuk pegawai yang ada di toko. Mulai dari
bangun pagi, aku sama keluargaku udah mondar-mandir semua nyiapin bekal. Super
sibuk, karena kami udah terlambat wehehe.
Padahal harusnya kami
pergi jam 8, tapi kami berangkat jam 9. Haduh, parah banget ngaretnya, satu
jam, wkwkwk. Mana perjalanan dari rumah ke Pantai Penyu itu jauh, sekitaran
setengah jam. Ayah udah ngebut bawa mobilnya, dan akhirnya kami sampai.
Keluarganya Haura udah
nyampe dari tadi. Tapi pegawai toko belum ada yang datang. Pantai masih sepi
banget, cuma ada kami-kami ini. Dan entah karena waktu itu berawan, jadi disana
sejuk gaess. Apa karena masih pagi ya?
Walaupun aku udah pernah
beberapa kali kesana, tapi ini rasanya senaaaang banget. Mungkin karena masih
sepi, sejuk juga. Aku berasa flashback pas satu sekolah datang kesini. Dan
rasanya, karena aku pergi kesana di tanggal 1 Januari, itu terasa ‘waw’
sekalii.
Pantai Penyu udah berubah
dari yang terakhir kali aku lihat. Jadi lebih rapi, terus udah dihias-hias
gitu. Berasa banget 1 Januarinya *hubungannya?* Dulunya enggak ada ayunan,
terus sekarang diantara pohon ke pohon dipasang tali yang ada hiasannya. Di
sekeliling tumbuhan bunga-bunganya udah di hias pake gelas plastic bekas. Jadi
cantik.
Aku sama Haura langsung
naik ayunan hammock. Pas tiduran di ayunannya, ngeliatin daun-daun diatas sana.
Segar rasanya. Terus aku jalan ke deket pantainya. Bebas-bebasin deh foto
disana. Iseng-iseng, aku buat tulisan ‘hello 2020’ di pasir terus foto sama tulisannya.
Pantainya cantik.
Disana aku sama Haura
lebih banyak ngobrol, sambil naik ayunan sampe sore. Berasa ayunan milik
sendiri pokoknya. Mana anginnya sepoi-sepoi, walaupun matahari terik juga ga
kerasa karena pohonnya rindang-rindang. Kami cuma pas paginya aja ke depan
pantai, foto-foto sebentar. Habis itu balik lagi wkwkw. Padahal aku udah siap
sedia sunblock, menilik dari pengalaman yang lalu-lalu tiap kali pulang main
panas langsung sunburn hue, rasanya tuh nyeseque. Mutihin kulit susah payah,
dikit kena panas langsung item. Hadeh.
Siangnya juga sama.
Pokoknya seharian itu sampe sore kami cuma ngobrol-ngobrol banyak. Mulai dari
kabar Dispatch Korea yang ditunggu-tunggu—disana gaada sinyal jadi rasanya
kesel gabisa liat huhu—ngomongin drakor, idol, buku, banyaak. Sempat juga
nyanyi-nyanyi. Toh gaada yang denger hehe. Meskipun mulai banyak yang datang,
tapi posisi ayunan tuh agak jauhan dari tempat duduk.
Kami balik ke tempat
duduk paling kalo udah pegel, ataupun mau ambil makanan. Abis itu ya balik
lagi, sebisa mungkin jangan ada yang ngambil ayunannya hahaha. Kalo di rumah
protektif sama tempat tidur, di pantai sama ayunan deh.
Oh iya, kami juga ada
bakar ikan gaes. Bukan aku sih, tapi Ayah aku wehehe. Kami memang bawa bekal
dari rumah. Nasi, lauk, buah, siomay juga ada. Lengkap, ga perlu beli-beli
lagi. Hehe, upaya penghematan dan perbaikan gizi gaez, kurangi micin! Ea.
Agak sorean pas mau
pulang, barulah kami balik ke depan pantainya. Siapa tau bisa dapat foto bagus lagi yakan. Tapi sinar
mataharinya, subhanallah, udah panas silau pula. Lengkap. Makanya kami gak mau
lama-lama foto-foto, buru-buru ngungsi ehehehe.
Setelah itu, sekitaran
jam 5 sore, barulah kami pulang. Pas di mobil rasanya mata udah 5 watt duh.
Ngantuk, mana haus lagi. Sampe rumah langsung tepar.
Naah jadi gituh gais aku
di hari pertama 2020 hehehe. Seneng, sih. Tapi agak apaa gitu sama Dispatch.
You know lah ya, aku tuh ketiduran sore kan terus bangun jam 10 malam. Langsung
shalat terus buru-buru buka hp. Agak heran ngeliat kok belum ada sih beritanya.
Mana aku pantengin terus sampe jam 10. Di Korea itukan semestinya udah tanggal
2 Januari elah bambank -,-
Tapi setianya aku masih
ngarep sampai jam 12. Bukannya ngarep bias dating sih, walaupun kalo beneran
dating ya enggak apa-apa. Tapi akutuh penasaraan, ngarepnya sih ada kabar dari
Sungjoy. Waktu itu kesel sedikit, tapi habis baca komentar-komentar di
Instagram Dispatch kok malah ngakak saia gaez >< Ada yag protes gara-gara
udah ga tidur seharian nungguin berita.
Sampe besok juga gaada
berita dating. Terus liat Dispatch urutan ke 5 internasional ya di twitter,
ketawa sendiri deh saia. Gapapa deh gaada berita Dispatch, habisnya langsung
ada berita Heechul sama Momo wehehe. Udah deh rela aja, palingan Dispatch absen
kali :v
Eeeh kok nyerempetnya ke
sini yo? Ah gapapa yah cerita dikitt hwhew. Nah kalo kalian kemana gaes? Ada
cerita seru ga? Semoga ada ya supaya tambah semangat ^^
Soo sampai disini duluu
gaes. Baibai, annyeong~
x

Annyeong haseyoo gaisseu~
wuah setelah sekian lama gak nulis di blog ya. Hehehe. Dan aku nulisnya pas satu
jam lagi tahun 2019 bakal berakhir dan digantikan sama 2020. Gak terasa ya? Perasaan
kemaren baru aja buat resolusi dan belum kelar eheq. Kalo kalian udah buat
resolusi untuk tahun 2020 belum? Kalo udah, semoga plannya berjalan lancar dan
tercapai ya. Kalo belum, ayo sama-sama kita buat, semangat!
By the way, gimana nih tahun
2019 kalian? Berwarna kah?







